Praktek Kolaborasi Mahasiswa Kesehatan

IPE atau dikenal sebagai Interprofessional Education adalah satu sistem pembelajaran yang beranggotakan dari multidisiplin ilmu kesehatan, di antaranya adalah mahasiswa kedokteran, keperawatan, farmasi, ilmu kesehatan, kedokteran gigi, gizi dan bidang kesehatan lainnya. Hal ini bertujuan agar mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang profesional dan mempunyai kompetensi yang memadai. Penerapan IPE yang dilakukan oleh fakultas ilmu kesehatan University Of The Philipina Manila adalah dengan menerjunkan mahasiswa dari berbagai macam multidisiplin ilmu kesehatan, per grupnya terdiri dari kurang lebih 5-7 orang, di mana dalam satu kelompok ini mereka menghandle 1 kepala keluarga.

Dalam implementasi di masyarakat, IPE ini dilaksanakan oleh mahasiswa kesehatan dengan melakukan promosi kesehatan dan pengaderan bagi masyarakat sekitar. Kolaborasi ini bertujuan agar ketika mahasiswa sudah tidak ada lagi di komunitas maka masyarakat adalah sebagai agen kesehatan yang dapat menjelaskan kepada masyarakat yang lainnya akan pentingnya kesehatan. Salah satu daerah yang dikunjungi adalah Pulumlum, Alfonso, Cavite. Dalam kelompok ini terdiri dari satu mahasiswa kedokteran, satu mahasiswa ilmu kesehatan, dan dua mahasiswa farmasi. Program IPE ini berjalan selama 5 minggu dalam satu periodenya. Bagi mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat, mereka menetap di daerah tersebut, akan tetapi untuk mahasiswa farmasi hanya mengadakan kunjungan setiap hari Jumat saja, dari pagi hingga sore hari. Hal ini dikarenakan mahasiswa farmasi masih harus melaksanakan mata kuliah di laboratorium. Pada hari Jumat setelah menjalankan IPE, mereka juga mengambil data dan membahasnya di hari Sabtu. Mekanisme berjalan seperti itu hingga 5 minggu ke depan. Setelah selesai, dilaksanakan rotasi mahasiswa berikutnya yang akan melanjutkan promosi kesehatan yang ada.

Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan dalam IPE di University of The Philipina ini adalah mengenai hipertensi dan kontrol akan penggunaan rokok. Hal ini karena sebelumnya mereka sudah mendapatkan data epidemiologi yang terjadi di masyarakat. Dalam promosi kesehatan yang mereka lakukan, mahasiswa memegang peranan penting sesuai dengan profesinya. Mahasiswa kedokteran menyampaikan materi berupa epidemiologi, patofisiologi penyakit, sedangkan mahasiswa farmasi menyampaikan mengenai pengobatan yang dapat diberikan serta menyampaikan efek samping dan hal lainnya yang terkait. Di sisi lain, mahasiswa kesehatan masyarakat menyampaikan pola hidup yang harus dilakukan oleh masyarakat. IPE tentunya sangat penting diaplikasikan oleh mahasiswa kesehatan. Urgensinya adalah mahasiswa menjadi lebih tahu akan problem yang ada di masyarakat, selain itu juga mahasiswa dapat memecahkan masalah kesehatan di masyarakat bersama dengan rekam sejawat mahasiswa kesehatan. Dengan adanya kolaborasi ini, penilaian, penyelesaian masalah, dan diskusi kesehatan lainnya dapat dilakukan dari banyak sudut pandang ilmu kesehatan. Pembiasaan diskusi dari berbagai sudut pandang yang ada ini diharapkan akan meningkatkan pelayanan kesehatan kelak di kemudian hari sehingga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (TNIS. 20/04/2015)

***Tengku Nur’iendah Sari
Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan
Delegasi UAD untuk praktek IPE di University of The Philipina, Manila
April 2015
sumber : ismafarsi.org

Komentar

Postingan Populer